Kamis, 05 November 2009

Untuk Anak-anakku

sejenak saat kopi sore di sisiku
berteman dengan asa di pelupuk mata
ingin kuceritakan padamu
tentang hidup yang pernah kudaki
atau biduk yang pernah singgah di tiap dermaga
nak, pasti kau akan alami
setiap ceruk-ceruk dan bukit-bukit kehidupan
banyak bunga dan duri yang kan kau temui
saat duri gores kulitmu,
jangan menangis nak, tetaplah tersenyum
duri hanyalah sisa harapan yang kan musnah
atau saat bunga terpetik di hidupmu,
nak, bersyukurlah padaNya
kau diberi percikan surga walau sesaat
ingat nak,
hidup adalah perjalanan
entah dimana kakimu akan singgahi suatu tempat
tetaplah berpegang pada leluhurmu
ehm, enak sekali kopi buatan mamamu
buat pa semakin sayang dan cinta
nak, jika sudah matang berbuah
carilah bibit yang tumbuh di tanah subur
ikatkan kembang pada altarNya
janjikan cinta suci tak berkesudahan
nak, jika daunku mau mulai rontok,
ingin kugendong cucu dari anakmu
kan ku tembangkan lagu pocung
seperti senja saat ini
sini, peluk papa
anak-anakku jadilah terang dan garam
hancurkan ketidakadilan, peganglah kejujuran
kelak pa dan ma kan menunggumu kelak
di dermaga yang namanya pernah ku katakan padamu saat kau tidur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar