kuingin batu itu bernyanyi
tumpahkan segala rasa yang lama terpendam
dalam dingin dan dalam hening
ceritakanlah padaku
segala keluh kesah di sudut pojok hatimu
tapi
tangis,tawa,gelisah tak kudengar di mulutmu
di sini
semuanya sendiri, seperti batu yang berusaha bernyanyi
Sajak - sajak kehidupan yang ditulis oleh seorang manusia yang belajar untuk memaknai dalam kesederhanaan kata. Mencoba mengajak untuk merenung dan memaknai hidup. Dan semuanya hanyalah kedangkalan sikap dan kata jika hidup dipandang sebagai hidup itu sendiri.
Selasa, 03 Mei 2011
Rabu, 06 April 2011
Tak Sia-Sia
kugantungkan sobekan jejak hidupku di cakrawalaMu
hingga suatu saat nanti, jika biduk ini selesai berlabuh
aku ingin membacakannya di depanMu
entah angin tenggara atau angin timur laut
ku percaya Engkau akan mendengarnya
bukankah reinkarnasi sebuah misteri?
jika hari ini adalah masa lalu
ingin hidupku saat ini tak sia-sia
di tahtaMu Tuhanku
hapuslah karma yang membelengguku
menjadi pijaran lilin di firdausMu
hingga suatu saat nanti, jika biduk ini selesai berlabuh
aku ingin membacakannya di depanMu
entah angin tenggara atau angin timur laut
ku percaya Engkau akan mendengarnya
bukankah reinkarnasi sebuah misteri?
jika hari ini adalah masa lalu
ingin hidupku saat ini tak sia-sia
di tahtaMu Tuhanku
hapuslah karma yang membelengguku
menjadi pijaran lilin di firdausMu
Selasa, 05 April 2011
Sajak Malam
di ujung akhir malam
belengggu seakan kikis nuraniku
bercengkerama di getasnya keadilan
coba bersajak dalam 'Kidung Rumeksa Ing Wengi'
seakan bayangMu melintas di bawah selimutku
satukan antara hidup dan mati
torehkan prasasti yang tak mungkin pupus
terbang laksana mimpi yang ikatnya terlepas di imaji
kini,
jejak-jejak sangkakala buaikan tidurku
terjaga dalam diam langit
sisakan rasa yang terkekalkan dalam rohku
belengggu seakan kikis nuraniku
bercengkerama di getasnya keadilan
coba bersajak dalam 'Kidung Rumeksa Ing Wengi'
seakan bayangMu melintas di bawah selimutku
satukan antara hidup dan mati
torehkan prasasti yang tak mungkin pupus
terbang laksana mimpi yang ikatnya terlepas di imaji
kini,
jejak-jejak sangkakala buaikan tidurku
terjaga dalam diam langit
sisakan rasa yang terkekalkan dalam rohku
Kamis, 31 Maret 2011
Coba Berjalan
desau angin pagi ini menelusuri kalbuku
tiada kata yang terucap
hanya terdengar desah nafas yang terlukis di ujung daun itu
ku buka mataku
coba bersenandung walau sulit terucap
padaMu yang selalu isi rongga hatiku
kucoba menyatir embun
hiasi setiap pigura yang akan terlukis
gambarkan setiap titik harapan
sebelum nafas ini diambilNya
tiada kata yang terucap
hanya terdengar desah nafas yang terlukis di ujung daun itu
ku buka mataku
coba bersenandung walau sulit terucap
padaMu yang selalu isi rongga hatiku
kucoba menyatir embun
hiasi setiap pigura yang akan terlukis
gambarkan setiap titik harapan
sebelum nafas ini diambilNya
Selasa, 04 Januari 2011
Tak Ada Judul
diam
tak bergerak
bisu
hening
haru
sedih
duka
gelegar
bahana
ciut
menangis
tawa dalam duka
bias
resah
sakit
gelap
Tuhan, syair ini tak berjudul
Kupercaya, hanya Engkau yang tahu isi hatiku saat ini
tak bergerak
bisu
hening
haru
sedih
duka
gelegar
bahana
ciut
menangis
tawa dalam duka
bias
resah
sakit
gelap
Tuhan, syair ini tak berjudul
Kupercaya, hanya Engkau yang tahu isi hatiku saat ini
Langganan:
Postingan (Atom)