Selasa, 30 Maret 2010

Diam

aku diam
tak bisa berkata-kata
aku gelisah
telisik hati yang rapuh
aku menangis
cucurkan tangis yang menangis
aku tertidur
terbuai doa pengiringku

Minggu, 28 Maret 2010

Selalu

Selalu ku di sini
pandangi wajahMu nan ayu
bagai pualam murni bermandi cahaya bulan

Selalu ku sini
mendamba kehadiranMu
bagai daun yang menunggu datangnya embun di waktu pagi

Selalu ku di sini
merindukan diriMu utuh
bagai pesona yang tak lekang oleng waktu

Selalu ya selalu
padaMu ada diriku, padaku ada dirimu
satu dalam cinta murni

Minggu, 21 Maret 2010

Kumau Engkau Tuhan

waktu pagi diiringi kicauan burung nuri genggam impian tadi malam
berdoa dalam sunyi dengan tasbih rekahkan harapan yang kita jelang
bersamaMu dalam seharian, membuat hidup menjadi penuh arti dan makna
dalam bekunya dosa dan sesal, kuharap Engkau hancurkan kepenatan ini
menjadi suluh dalam labirin kehidupan

Kamis, 11 Maret 2010

Kosong

berputar dalam lingkaran
kelilingi poros hidup
akan sebuah perjalanan
kembalilah
dalam hati yang terdalam di lubukmu
kan kita temui
kekosongan yang terjelma
di setiap hembusan nafas

Senin, 08 Maret 2010

Sekali Lagi

ingin sekali lagi kuucapkan
sebuah kata cinta dan rindu pada putih salju hatimu
jauh terenda dalam relung hati
ingin sekali lagi kubisikkan
sebuah kata sayang dan kangen pada pelangi jiwamu
terpatri dalam empat musim cinta ini
ingin sekali lagi kupersembahkan
sebuah rasa yang terkekalkan dalam tetesan syair
terlukis di setiap hati yang mencinta

Kamis, 04 Maret 2010

Dua Sisi

luruh dalam gelap pernah kurasa
bagai kehilangan mata angin
jatuh, bangun, meraba sendiri
suara bagai gaung yang asing kudengar
tak ada cahaya
berputar dalam kepekatan nisbi

bermandi siluet cahaya keemasan pernah kurasa
bagai penampakan surga
terbang, menari, bernyanyi
suara bagai paduan serafim
lagukan melodi surgawi
berputar dalam kesejatian surgawi

semuanya bagai ranting pohon yang kan patah
jatuh ke tanah, terkubur dalam semesta

Rabu, 03 Maret 2010

Rinduku

dekap tubuhku dalam keremajaanMu
melalang dalam mimpi dan tergugah dalam suara pagi
andai bulan muncul di senja perbukitan itu
ku mau bersihkan jubahku dengan air mataMu
hingga gigil di gurun ini
terusir senyumMu, melebur dalam putihnya pasir