kau pun tumpahkan tangis saat gerimis pagi ini
penyesalan bagai pisau karat yang tancap jantungmu
coba jahit robekan sisa-sisa jejak yang tertinggal di hutan pinus
saat kulihat matamu,
seakan kabut kian menebal
gerogoti jiwa beku yang tidur di tubuhmu
sobat,
andai kesetiaan diganti dengan hamburnya fatamorgana
masihkah penantian masih setia di terasmu ?
coba gapai mimpi di bekunya senja yang memutih?
sudahlah sobat,
tubuhmu sempoyongan karena kebanyakan bir yang racuni jiwamu
tidak mungkin gagak diganti nuri impianmu
sudahlah,
kabut itu memang ganggu hidupmu
cobalah berguru pada sepi kesunyian di senja nanti
percayalah, pasti ada jalan setapak yang tuntun hidupmu lagi. semoga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar