Sajak - sajak kehidupan yang ditulis oleh seorang manusia yang belajar untuk memaknai dalam kesederhanaan kata. Mencoba mengajak untuk merenung dan memaknai hidup. Dan semuanya hanyalah kedangkalan sikap dan kata jika hidup dipandang sebagai hidup itu sendiri.
Minggu, 07 April 2013
Yang Ada
menjadi seperti apa Yang Ada
jangan ada tangis
angin tetap tahu kemana arah jalannya
tetaplah basuh jubah kita
berdoa,bermati raga, melayani ikhlas padaNya
sekarang,
aku adalah salah satu kumpulan rahib
di dunia yang nisbi dan acak
tanpa gamang selalu belajar dari pola yang misteri
sekali lagi,
tetaplah berjalan dalam doa
karena air mata dan tawa
tiada berbeda
biarlah hidup seperti apa Yang Ada.
(palmerah, 8 april 2013)
Selasa, 02 April 2013
Paskah 2013
Ku lihat batu pualam di dekat salibMu
Bercerita pada hati yang makin menerima
Putih salju, air mata yang lama mengering
Yesaya saat itu berujar
"jangan percaya pada pemilik hembusan nafas"
Dan akupun kini terguncang
Titik waktu ini mengajakku diam, bisu
Pada kemurnian dan sebuah janji
Pelangi pada hujan
Tuhan,ingin kuterpekur di bawah salibMu
Bernyanyi atau menangis dalam jiwa dan rohku
Yang kini aku sulit tuk bedakan
( gereja Petrus Kanisius )
Langganan:
Postingan (Atom)