kugantungkan sobekan jejak hidupku di cakrawalaMu
hingga suatu saat nanti, jika biduk ini selesai berlabuh
aku ingin membacakannya di depanMu
entah angin tenggara atau angin timur laut
ku percaya Engkau akan mendengarnya
bukankah reinkarnasi sebuah misteri?
jika hari ini adalah masa lalu
ingin hidupku saat ini tak sia-sia
di tahtaMu Tuhanku
hapuslah karma yang membelengguku
menjadi pijaran lilin di firdausMu
Sajak - sajak kehidupan yang ditulis oleh seorang manusia yang belajar untuk memaknai dalam kesederhanaan kata. Mencoba mengajak untuk merenung dan memaknai hidup. Dan semuanya hanyalah kedangkalan sikap dan kata jika hidup dipandang sebagai hidup itu sendiri.
Rabu, 06 April 2011
Selasa, 05 April 2011
Sajak Malam
di ujung akhir malam
belengggu seakan kikis nuraniku
bercengkerama di getasnya keadilan
coba bersajak dalam 'Kidung Rumeksa Ing Wengi'
seakan bayangMu melintas di bawah selimutku
satukan antara hidup dan mati
torehkan prasasti yang tak mungkin pupus
terbang laksana mimpi yang ikatnya terlepas di imaji
kini,
jejak-jejak sangkakala buaikan tidurku
terjaga dalam diam langit
sisakan rasa yang terkekalkan dalam rohku
belengggu seakan kikis nuraniku
bercengkerama di getasnya keadilan
coba bersajak dalam 'Kidung Rumeksa Ing Wengi'
seakan bayangMu melintas di bawah selimutku
satukan antara hidup dan mati
torehkan prasasti yang tak mungkin pupus
terbang laksana mimpi yang ikatnya terlepas di imaji
kini,
jejak-jejak sangkakala buaikan tidurku
terjaga dalam diam langit
sisakan rasa yang terkekalkan dalam rohku
Langganan:
Postingan (Atom)