Kamis, 20 Agustus 2009

Karena Angin

angin nakal singkap kebayaMu
misteri itu pun samar kulihat
walau remang cuaca
mampu tuk kerjabkan mata hati
ah, Kau tersenyum bagai gadis kecil
menari dan meloncat bagai menjangan
ajari aku tarianMu
ajari aku nyanyianMu
ajari aku semuanya
diam-diam, angin nakal kembali singkap kebayaMu lagi
tapi dengan tenang Kau pergi di ujung fajar pagi ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar