Sajak - sajak kehidupan yang ditulis oleh seorang manusia yang belajar untuk memaknai dalam kesederhanaan kata. Mencoba mengajak untuk merenung dan memaknai hidup. Dan semuanya hanyalah kedangkalan sikap dan kata jika hidup dipandang sebagai hidup itu sendiri.
Selasa, 15 Oktober 2013
Seharusnya
Bagai pendaran cahaya
Hangat nan lembut di depan altarMu
Telanjangi roh yang kan kembali pada rumahMu
Meneliti bagai jarum di atas jerami
Bagai dongeng yang setia menemani di mimpi-mimpiku
Oh, kehidupan dan kematian
bagai roda di putaran kemungkinan
Mencoba melihat diri walau sulit kenali
namun air di sungaiMu setia jadi cermin
Entah suka atau duka
Bagiku sama saja karna embunpun pasti hilang di saat siang
Bagai titik di hamparan semesta
Mengkaji pada batas nalar yang sempit
Atau perasaan yang selalu bohong karena keakuan
Andai tetes embun masih ada di ujung daunNya
Ingin kutunggu walau tahan kantukku
Biar semua terjadi karena memang terjadi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar