waktu seperti terseret gerobak kerbau
kadang tersendal hingga bibir bisu
mencari sisa detik di bawah selimutMu
saat gerimis senja di dekat api tungkuMu
ku baca guratan waktu
jadikan prasasti antara seribu dalam satu
itukah biru laut yang selalu jadikan peraduanMu
aku tahu dalam pasti ada biru dalam haru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar