duka tawa biasa kusambangi
balutkan sesal harap di ujung kainMu
merangkul sinar cintaMu di setiap tasbih
hingga mimpi tiba2 di depan pintuMu
tak ada kata nan diam
mencoba bicara
tapi bahasa yang kuucapkan tak kumengerti
tapi Engkau tersenyum dan mengajakku tersenyum
di ujung temaram malam
bersama merenungi jejak yang pernah kulangkahkan
ada noktah, tapi semua tak berarti bagiMu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar