ndhuk, papa kan pulang
memelukmu dan menggendongmu
coba bercerita pada penatnya ibu kota
atau penggalan hidup yang selalu kubawa
ndhuk, papa bawa buku gambar
kadang diam2 papa selalu lihat engkau
menggambar kereta dan seorang lelaki di dekatnya
papa tahu, ternyata engkau menggambar papa
kadang papa ingin menitikkan air mata
tapi papa malu padamu
katamu suatu hari,"Papaku adalah seorang yang tegar"
itulah mengapa aku kelihatan dingin karena tersimpan luka yang kadang menganga
ndhuk, papa kan pulang
suatu saat nanti
papa kan ceritakan tentang cinta sejati, cinta yang abadi
sebuah perjuangan yang membutuhkan kebesaran jiwa
ndhuk, papa kan pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar