Jika bunga mawar yang ranum di pagi hari tertinggal hanya kelopak dan duri yang tajam, apakah Engkau akan bukakan pintu vas di meja pagiMu? Bukan maksudku untuk berikan seperti ini. Ku berusaha untuk halau angin nakal yang selalu ingin mencumbu mawar ini, atau sekelompok serigala yang lapar akan kasih sayang. Tadi pagi memang aku sempat jatuh tergelincir, terjatuh di atas tanah berlumpur. Dan saat kubasuh mawar ini ternyata justru buat patah mahkotanya. Kucoba minta perekat kehidupan di jalan yang kusinggahi tetapi mereka tidak mau memberikan, katanya," Kami hanya punya sedikit sobat, dan ini hanya cukup buat aku dan keluargaku."
Jadi Tuhan, jika mawar yang seharusnya ranum, ya sebenarnya ranum tetapi sekarang tinggal kelopak dan durinya masih ada di genggamanku, kumohon jadikan satu dalam vas bungaMu di pojok meja makanMu.
Tuhan, aku masih menungguMu di depan pintuMu. Semoga kau bukakan pintu yang dulu pernah Aku lewati bersamaMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar