belum ada akhir
waktu seakan ingin kusudahi
coba tengadahkan harapan yang lebih baik
mengapa kau menangis anakku?
bukankah jalan ini yang kau pilih
taburan onak dan duri tertabur di penghujung pagi?
bangkitlah anakku!
hidup bukanlah kematian harapan
selalu coba melangkah walau perih dan sesak di dada
Tuhan, sangat ruwet fananya hidup ini
Kau selalu nyatakan hingga aku terkapar dalam sepi
merangkak dalam lumpur dan kerasnya karang
Ah, mana kesetianmu?
bukankah salib ini harus kaupanggul
ayo, Aku sudah menunggumu di sini
Tuhan, adakah malaikatMu bopong aku?
koyakkan ikatan sedih dan pilu?
longgarkan kaki ini agar tetap terus bertahan
anakKu, bukankah engkau selalu Kugendong?
lewati pagi dan malam abad ini?
celupkan RohKu dalam tenggorokanmu ?
air mata ini terkuras bagai sungai Gangga
menetes dan bercampur dengan darah di cawanMu
kucoba melangkah bersamaMu dengan salibKu yang tak ada artinya dibanding denganMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar